Musik adalah salah satu jalan untuk mengekspresikan emosi
kita. Melalui musik, jiwa kita dapat merasakan indahnya kebebasan, yang
terutarakan melalui lirik di dalam sebuah karya musik. Musik di masa kini sudah
bukan hanya menjadi sebuah hiburan semata, melainkan menjadi alat untuk
berkomunikasi dengan dunia, baik nyata maupun maya.
Pada kenyataannya, musik sudah menjadi sebuah objek
komersiil, karena musisi juga manusia yang butuh makan, tinggal, dan memenuhi
segala kebutuhannya. Sebagai seorang musisi, sudah selayaknya mendapatkan apresiasi
atas segala usaha mereka dalam menciptakan sebuah karya, karena seni itu mahal
dan tidak semua orang memiliki itu.
Perkembangan musik di era sekarang ini sudah sangat berbeda
dengan musik di masa lalu, sudah banyak cara bagi setiap musisi untuk menciptakan
sebuah karya musik, sehingga bisa dikatakan sebuah karya musik adalah sesuatu
yang universal dan setiap orang dapat menciptakannya. Sehingga muncullah
istilah musik indie atau independent.
Apa itu Musik Indie?
Mungkin selama ini banyak yang mengira bahwa musik indie
adalah musik sedih, senja, kopi, dan sebagainya. Pada kenyataannya tidak
demikian, indie bukanlah sebuah genre dalam musik, melainkan sebuah jalan dalam
menciptakan sebuah karya. Seorang musisi dapat memilih untuk memproduksi sebuah
karya musik sendiri dengan konsekuensi hanya mendapat pendengar yang sedikit atau
memilih untuk bergabung di sebuah label mayor yang sudah memiliki jutaan
pendengar. Itulah yang dikatakan bahwa indie atau independent adalah sebuah
prinsip, karena tidak banyak musisi yang memiliki itu.
Dikarenakan seorang musisi
indie tidak terikat dengan label mana pun, maka ia memiliki kebebasan dalam
menciptakan karyanya. Oleh karenanya, lirik lagu dalam musik indie cenderung
lebih frontal, ekspresif, dan sastrais. Hal ini pula yang membedakan lagu
dari musisi indie dan musisi label mayor. Musisi yang berasal dari mayor
membuat lagu sesuai keinginan pasar. Lagu seperti apa yang kira-kira mudah
disukai. Sementara, musisi indie membuat lagu sesuai keinginan hati dan
pasarlah yang mengikuti mereka.
Salah satu band indie Indonesia yang berani mengangkat topik
sensitif dalam karyanya adalah .Feast. Dalam album “Beberapa Orang Memaafkan”
karya band asal Jakarta ini terdapat enam lagu yang mengandung kritik sosial
terhadap kejadian nyata di Indonesia. Dalam lagu Apa Kata Bapak, band ini
menyentil Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang seharusnya memberi contoh
baik. Sementara lagu Peradaban menyinggung kaum mayoritas yang ingin
menegakkan peradaban sesuai keinginan mereka.
Sejarah musik indie dimulai pada tahun 1970-an dengan
kemunculan band Guruh Gipsy, Gang Pegangsaan, God Bless, dan Giant Step yang
memiliki elemen indie di dalamnya. Pada pertengahan tahun 1990, masyarakat
Indonesia lebih akrab dengan kata underground dibandingkan indie.
Band indie yang kala itu berhasil menjual album sebanyak 5000 keping
adalah Pas Band. Diikuti dengan Mocca yang mencapai di atas 100.000 keping.
Kini musisi indie Indonesia sedang gencar berkembang. Musisi
seperti Barasuara, Fourtwnty, Efek Rumah Kaca, Danilla, Reality Club, dan
Dialog Dini Hari merupakan segelintir dari banyaknya musisi indie berbakat.
Namun, seiring dengan perkembangannya, kata indie mengalami pergeseran
makna. Seperti penyalahartian indie sebagai genre dan juga menjadikan indie
sebagai gaya hidup. Kata indie sering dirujuk kepada pendengar musik
folk yang terdapat lirik senja, kopi dan hujan di dalamnya.
Perkembangan musik indie mungkin terjadi akibat bosan dengan
lagu yang biasa beredar di pasaran. Lirik yang melulu soal cinta-cintaan dapat
meyebabkan efek jenuh bagi pendengar. Bangkitnya musik indie di Indonesia
diharapkan dapat menetaskan karya yang inspiratif nan menyegarkan. Musik
merupakan media menyenangkan untuk membawa pesan, sehingga lirik-lirik yang
tertuang di dalamnya dapat mengarahkan manusia memiliki pola pikir tertentu.
Lirik-lirik di luar arus utama yang disuguhkan musisi indie bisa menjadi
alternatif hiburan yang membuka wawasan.

.jpeg)
