Resume II - Manajemen di Era Perubahan Drastis

0

Hola peeps, kembali lagi nih bersama penulis. Nah, kali ini kita akan melanjutkan materi  Pengantar Manajemen kita, kali ini kita akan membahas mengenai manajemen di era perubahan drastis yang telah disampaikan oleh Prof. Dedi melalui video di channel youtube beliau. Sebelumnya penulis akan menjelaskan apa itu perubahan.

Perubahan adalah proses dimana suatu hal atau kondisi berubah menjadi hal atau kondisi yang lain. Perubahan dapat terjadi pada berbagai macam tingkatan, mulai dari perubahan pada individu hingga perubahan pada tingkat masyarakat atau dunia. Perubahan dapat dipicu oleh berbagai macam faktor, seperti perubahan lingkungan, perubahan teknologi, perubahan kebijakan, dan lain-lain. Perubahan dapat terjadi secara alami atau dapat diinduksi oleh individu atau kelompok yang bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu.

Perubahan Organisasi

Dalam bukunya yang berjudul "Organizational Behavior" atau "Perilaku Organisasi", ia menyebutkan bahwa perubahan organisasi adalah proses dimana suatu organisasi mengadakan perubahan pada struktur, kultur, atau sistem yang ada. Perubahan organisasi dapat terjadi secara alami sebagai bagian dari proses evolusi organisasi, atau dapat dipicu oleh faktor-faktor dari luar organisasi seperti perubahan pasar, teknologi, atau kebijakan pemerintah. Misalnya perusahaan seperti GoJek, Shopee, dan Tokopedia merupakan contoh perusahaan yang tercipta akibat dari perubahan yang terjadi terhadap selera konsumen.

Robbins menyatakan bahwa perubahan organisasi dapat terjadi pada tingkat individu, kelompok, atau organisasi secara keseluruhan. Perubahan organisasi dapat mencakup perubahan pada struktur organisasi, proses kerja, sistem pengambilan keputusan, atau kultur organisasi. Untuk mengadakan perubahan yang sukses, organisasi harus memahami kebutuhan dan tujuan perubahan, menentukan strategi yang tepat untuk mencapainya, dan mengelola perubahan tersebut dengan efektif.

Robbins juga menyatakan bahwa perubahan organisasi tidak selalu mudah dan dapat menimbulkan tantangan bagi para pemimpin dan anggota organisasi. Namun, dengan mengelola perubahan secara tepat, organisasi dapat meningkatkan efisiensi, meningkatkan kinerja, dan mengikuti perkembangan pasar dan teknologi.

Faktor Pendorong

Faktor pendorong atau driving forces adalah faktor-faktor yang mendorong terjadinya perubahan dalam suatu organisasi. Faktor pendorong perubahan organisasi dapat bervariasi tergantung pada kondisi dan konteks organisasi tersebut. Beberapa faktor pendorong perubahan organisasi yang sering diidentifikasi oleh para ahli manajemen dan organisasi antara lain:

1.  Telekomunikasi (Telecommunication)

Perkembangan telekomunikasi hingga ICT yang sangat pesat seakan-akan membuat dunia terasa lebih sempit yang juga menimbulkan perubahan drastis di dalam bisnis, seperti yang tadi dibahas dimana toko konvensional beralih menjadi toko digital atau marketplace. Dengan adanya perkembangan teknologi, dunia seolah-olah menyempit atau menyusut. Dulu jika ingin melakukan pertemuan di luar negeri kita harus bepergian dulu ke lokasi pertemuan di luar negeri tersebut yang tentunya memakan sangat banyak waktu. Namun sekarang kita sudah bisa melakukan pertemuan via online seperti dengan menggunakan aplikasi Zoom.

2.    Keberagaman Pekerja (Diversity of Worker)

Semakin banyak perusahaan global seperti Google, Apple, Microsoft, dll yang memiliki kantor pusat atau headquarters di luar negeri. Hal ini dikarenakan produk atau jasa mereka yang sukses di pasar global hingga membuka cabang di Indonesia dengan memiliki pekerja yang beragam dengan akar budaya yang berbeda-beda.

Namun, keberagaman juga dapat menimbulkan tantangan bagi organisasi, seperti masalah diskriminasi atau bias. oleh karena itu, organisasi perlu memiliki strategi yang tepat untuk mengelola keberagaman agar dapat memanfaatkan manfaatnya secara maksimal.

3.    Kesadaran Publik (Publik Consciousness)

Saat ini, kesadaran publik sudah semakin sensitif sehingga perusahaan harus bisa beradaptasi dan bertanggung jawab terhadap perubahan tersebut. Perusahaan harus bisa setidaknya memberikan alasan bagaimana perusahaan bisa berpartisipasi di dalam faktor sosial masyarakat. Contohnya, sekarang sudah muncul kesadaran publik terhadap bahaya sampah plastik bagi lingkungan, dengan adanya kesadaran tersebut, perusahaan yang tadinya menggunakan kantong plastik untuk konsumen harus mulai beralih ke kantong ramah lingkungan untuk menghindari konflik dengan publik.

Kesadaran publik dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kepentingan atau bias dari media yang memberitakan isu tersebut, serta kemampuan masyarakat untuk memahami dan memfilter informasi yang tersedia. Oleh karena itu, organisasi atau individu yang ingin membangkitkan kesadaran publik terhadap suatu isu atau masalah harus memperhatikan faktor-faktor tersebut dan memilih strategi yang tepat untuk menyampaikan pesan yang akan disampaikan.

4.    Pasar Global (Global Marketplace)

Dengan kemajuan teknologi dan internet, barang atau produk yang kita tawarkan tidak hanya bisa ditawarkan di pasar domestik saja, namun kita juga dapat menawarkan produk di pasar yang lebih besar seperti pasar internasional. Pasar global juga mendorong lebih luasnya pasar untuk bisa menawarkan produk, tidak hanya dengan negara-negara tertentu saja.

Untuk dapat bersaing di pasar global, organisasi harus memahami kondisi dan dinamika pasar global, serta mengembangkan strategi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi konsumen di pasar internasional. Organisasi juga harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti biaya transportasi, bea masuk, dan biaya produksi untuk dapat menentukan harga yang tepat untuk produk atau jasa yang ditawarkan.

5.  Community of Stakeholders (Masyarakat yang berkepentingan di dalam Perusahaan) Pemangku kepentingan memiliki hak dan kewajiban terhadap organisasi atau proyek yang bersangkutan. Pemangku kepentingan ini  bisa jadi konsumen, supplier, rekan kerja, karyawan, anggota masyarakat sekitar lingkungan bisnis yang harus dijaga hubungannya agar siklus bisnis dapat bertahan dalam jangka panjang.

Pengelolaan pemangku kepentingan merupakan bagian penting dari manajemen organisasi atau proyek. Organisasi atau proyek harus mengelola pemangku kepentingan dengan cara yang transparan dan jujur, serta mempertimbangkan kepentingan pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan. Pengelolaan pemangku kepentingan yang efektif dapat membantu organisasi atau proyek menjaga hubungan yang baik dengan pemangku kepentingan, serta meningkatkan reputasi dan kepercayaan publik.

Sifat Manajemen

Manajemen adalah proses mengelola sumber daya (baik sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya) dengan tujuan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Manajemen merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pemimpin atau manajer dalam mengelola organisasi atau kegiatan tertentu.

Sifat dari manajemen yang sekarang ini sudah mulai jauh berbeda daripada awal saat penemuannya. Manajemen pada masa sekarang harus bisa menangkap tantangan - tantangan dan mampu mengatasi keberagaman serta peluang di masa yang akan datang dengan tetap memperhatikan kemajuan telecommunications/teknologi telekomunikasi, diversity/keberagaman, public consciousness/kesadaran publik, global marketplace/pasar global, dan meningkatnya ekspektasi dari para pemangku kepentingan atau stakeholders.

Perubahan Mindset untuk Mengendalikan Turbulensi

Jika anda ingin menjadi seorang manajer yang baik, anda harus merubah pola pikir agar bisa navigate turbulance atau mengendalikan lingkungan yang serba bergejolak. Manajer diminta untuk:

  • Bekerja efisien dengan menggunakan sumber daya seminimal mungkin, namun memberikan hasil yang maksimal.
  • Melibatkan seluruh karyawan, dimana karyawan harus bisa dianggap sebagai mitra bukan sebagai robot perusahaan.
  • Melihat perubahan sebagai sesuatu yang wajar, jangan sampai kita takut terhadap perubahan.
  • Membangun visi dan nilai perusahaan yang mampu mendorong kerja sama diantara anggota organisasi atau karyawan.

Membuat Sebuah Perubahan

Agar bisa membuat sebuah perubahan, memerlukan keterpaduan antara mencoba dan kemampuan manajemen yang sebenarnya. Pendekatan baru yang menekankan sisi kemanusiaan, meningkatkan fleksibilitas, melibatkan karyawan yang bekerja dengan hati, pikiran, dan fisik. Walaupun hasilnya tidak sesuai keinginan atau gagal, hal ini masih bisa diperbaiki dengan mencoba kembali dan memerhatikan keterpaduan diatas. Sebuah organisasi atau perusahaan yang sukses tidak akan terjadi begitu saja, mereka di susun berdasar dengan keterpaduan dan pengalaman.

Definisi dari Manajemen

Manajemen memiliki prinsip yang harus diperhatikan dalam melakukan kegiatan manajemen, seperti prinsip efektivitas (berkaitan dengan tercapai atau tidaknya tujuan yang ada, perbandingan sumber daya dengan tujuan), prinsip efisiensi (menghasilkan output maksimal dengan input yang minimal). 


Proses Manajemen


Agar suatu organisasi bisa dikelola dengan efektif dan efisien maka harus menggunakan fungsi-fungsi manajemen berupa :

  • Perencanaan (Planning) : Mendefiniskan atau merencanakan tujuan untuk kinerja organisasi di masa depannya.
  • Pengorganisasian (Organizing) : Mengikuti planning yang sudah direncanakan.
  • Pengarahan atau kepemimpinan (Leading) : Menggunakan pengaruh untuk memotivasi karyawan.
  • Pengawasan (Controlling) : Memonitor aktifikas karyawan, menilai apakah organisasi sudah di dalam target terhadap tujuannya, dan manajer bertugas untuk mengoreksi karyawannya jika diperlukan

Kinerja Organisasi

  • Organisasi (Organization) : Suatu entitas sosial yang terdiri lebih dari satu orang dengan tujuan yang terstruktur dengan baik maka bisa disebut dengan organisasi.
  • Efektifitas (Effectiveness) : Sejauh mana suatu organisasi bisa mencapai tujuan yang sudah direncanakannya.
  • Efisiensi (Efficiency) : Kemampuan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya dengan menggunakan sumberdaya yang dimilikinya seefisien mungkin.
  • Kinerja (Performance) : Agar kinerja organisasi bisa berjalan dengan baik, maka manajer harus bisa menjalankan keempat fungsi manajemen dengan baik.

Keterampilan Manajemen



Tugas seorang manajer akan sesuai dengan levelnya, seorang top manager akan membutuhkan lebih banyak keterampilan konseptual yanag berhubungan dengan bagaimana berpikir secara strategis agar perusahaan dapat bertahan di masa yang akan datang. Middle manager akan membutuhkan lebih banyak keterampilan manusiawi dikarenakan mereka berperan sebagai penghubung. Dan yang terakhir First-line manager akan membutuhkan lebih banyak keterampilan teknis dimana mereka dituntut untuk memiliki pemahaman dan kemahiran dalam melakukan pekerjaan tertentu.

  • Conceptual Skill: Merupakan keahlian dalam mengambil keputusan berdasarkan analisis data yang dimiliki baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. 
  • Human Skill: Merupakan keahlian dalam berkomunikasi antar bagian dan antar tingkatan manajemen dalam menyampaikan tujuan yang hendak diraih.
  • Technical Skill: Merupkan keahlian dalam memahami cara kerja secara teknis yang dikerjakan oleh bawahan.

Tipe Manajemen : Vertikal

 


Tipe Manajemen : Horizontal

 

1.    Manajer Fungsional (Functional Manager)

Bertanggung jawab terhadap satu departemen yang melakukan satu fungsi tunggal dan mempunyai karyawan dengan pelatihan dan skill yang mirip. Contohnya yaitu: Advertising Manager, Sales Manager, Finance Manager, Human Resources Manager, Manufacturing Manager, dan Accounting Manager.

2.    Manajer Umum (General Manager)

Bertanggung jawab terhadap beberapa departemen yang melakukan fungsi yang berbeda. Contohnya yaitu: Self Contained Division dan Project Manager.

Bagaimana Rasanya Menjadi Seorang Manajer ?

Manajer itu bekerja secara multitasking, memiliki beragam aktifitas, serta memiliki 10 peran yang harus dijalani, diantaranya: Informational (Monitor, Disseminator, Spokesperson), Interpersonal (Figurehead, Leader, Liaison), dan Decisional (Entrepreneur, Disturbance Handler, Resource Allocator, Negotiator).


Manajemen Bisnis Kecil dan Organisasi Non Profit

Ada beberapa perbedaan antara menjadi manajer di organisasi profit dan organisasi non profit. Diantaranya yaitu ada pada perbedaan peran, perbedaan sumber dananya, dan konvensionalitasnya.

Manajemen dan Tempat Kerja Baru

Karakteristik bekerja dikondisi baru:

  • Sumber: bits-information
  • Sistem Kerja: fleksibel dan virtual
  • Pekerja: karyawan yang diberdayakan perusahaan dan free agent

 Pendorong Organisasi:

  • Teknologi: digital dan bisnis online
  • Pasar: Global, termasuk internet
  • Tenaga kerja: beragam
  • Nilai: berubah dengan cepat
  • Peristiwa: turbulent (bergejolak) dan krisis yang sering terjadi

 Kompetensi Manajemen:

  • Kepemimpinan: tersebar dan memberdayakan
  • Fokus: hubungan kepada konsumen dan karyawan
  • Melakukan pekerjaan: dilakukan secara tim
  • Hubungan: kolaborasi
  • Rancangan: eksperimen dan pembelajaran organisasi

 Kompetensi Manajemen Terbaru:

  • Kepemimpinan yang menyebar
  • Memberdayakan orang lain
  • Hubungan kolaboratif
  • Keterampilan membangun tim
  • Organisasi yang tumbuh dengan belajar

Manajemen di Masa Turbulensi

  • Tetap tenang
  • Berpikir jauh ke depan
  • Utamakan orang dibanding bisnis
  • Ceritakan kebenaran yang ada
  • Mengetahui kapan harus kembali ke bisnis

 

Sumber :

Management 13th Edition by Stephen P Robbins, Mary Coulter

Dedi Purwana Channel - https://youtu.be/3TGZ2u--vVM


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)