Hola
peeps, kembali lagi nih bersama penulis. Nah, kali ini kita akan melanjutkan
materi Pengantar Manajemen kita, kali ini kita akan membahas mengenai
manajemen di era perubahan drastis yang telah disampaikan oleh Prof. Dedi
melalui video di channel youtube beliau. Sebelumnya penulis
akan menjelaskan apa itu perubahan.
Perubahan
adalah proses dimana suatu hal atau kondisi berubah menjadi hal atau kondisi
yang lain. Perubahan dapat terjadi pada berbagai macam tingkatan, mulai dari
perubahan pada individu hingga perubahan pada tingkat masyarakat atau dunia. Perubahan
dapat dipicu oleh berbagai macam faktor, seperti perubahan lingkungan,
perubahan teknologi, perubahan kebijakan, dan lain-lain. Perubahan dapat
terjadi secara alami atau dapat diinduksi oleh individu atau kelompok yang
bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu.
Perubahan Organisasi
Dalam
bukunya yang berjudul "Organizational Behavior" atau "Perilaku
Organisasi", ia menyebutkan bahwa perubahan organisasi adalah proses
dimana suatu organisasi mengadakan perubahan pada struktur, kultur, atau sistem
yang ada. Perubahan organisasi dapat terjadi secara alami sebagai bagian dari
proses evolusi organisasi, atau dapat dipicu oleh faktor-faktor dari luar
organisasi seperti perubahan pasar, teknologi, atau kebijakan pemerintah. Misalnya perusahaan seperti GoJek, Shopee, dan Tokopedia merupakan contoh
perusahaan yang tercipta akibat dari perubahan yang terjadi terhadap selera
konsumen.
Robbins
menyatakan bahwa perubahan organisasi dapat terjadi pada tingkat individu,
kelompok, atau organisasi secara keseluruhan. Perubahan organisasi dapat
mencakup perubahan pada struktur organisasi, proses kerja, sistem pengambilan
keputusan, atau kultur organisasi. Untuk mengadakan perubahan yang sukses,
organisasi harus memahami kebutuhan dan tujuan perubahan, menentukan strategi
yang tepat untuk mencapainya, dan mengelola perubahan tersebut dengan efektif.
Robbins
juga menyatakan bahwa perubahan organisasi tidak selalu mudah dan dapat
menimbulkan tantangan bagi para pemimpin dan anggota organisasi. Namun, dengan
mengelola perubahan secara tepat, organisasi dapat meningkatkan efisiensi,
meningkatkan kinerja, dan mengikuti perkembangan pasar dan teknologi.
Faktor Pendorong
Faktor pendorong atau driving forces adalah faktor-faktor
yang mendorong terjadinya perubahan dalam suatu organisasi. Faktor pendorong
perubahan organisasi dapat bervariasi tergantung pada kondisi dan konteks
organisasi tersebut. Beberapa faktor pendorong perubahan organisasi yang sering
diidentifikasi oleh para ahli manajemen dan organisasi antara lain:
1. Telekomunikasi (Telecommunication)
Perkembangan telekomunikasi hingga ICT yang sangat pesat seakan-akan
membuat dunia terasa lebih sempit yang juga menimbulkan perubahan drastis di
dalam bisnis, seperti yang tadi dibahas dimana toko konvensional beralih
menjadi toko digital atau marketplace. Dengan adanya perkembangan teknologi,
dunia seolah-olah menyempit atau menyusut. Dulu jika ingin melakukan pertemuan
di luar negeri kita harus bepergian dulu ke lokasi pertemuan di luar negeri
tersebut yang tentunya memakan sangat banyak waktu. Namun sekarang kita sudah
bisa melakukan pertemuan via online seperti dengan menggunakan aplikasi Zoom.
2. Keberagaman Pekerja
(Diversity of Worker)
Semakin banyak perusahaan global seperti
Google, Apple, Microsoft, dll yang memiliki kantor pusat atau headquarters di luar negeri. Hal ini dikarenakan produk
atau jasa mereka yang sukses di pasar global hingga membuka cabang di Indonesia
dengan memiliki pekerja yang beragam dengan akar budaya yang berbeda-beda.
Namun, keberagaman juga dapat menimbulkan tantangan bagi
organisasi, seperti masalah diskriminasi atau bias. oleh karena itu, organisasi
perlu memiliki strategi yang tepat untuk mengelola keberagaman agar dapat
memanfaatkan manfaatnya secara maksimal.
3. Kesadaran Publik (Publik
Consciousness)
Saat ini, kesadaran publik sudah semakin
sensitif sehingga perusahaan harus bisa beradaptasi dan bertanggung jawab
terhadap perubahan tersebut. Perusahaan harus bisa setidaknya memberikan alasan
bagaimana perusahaan bisa berpartisipasi di dalam faktor sosial masyarakat.
Contohnya, sekarang sudah muncul kesadaran publik terhadap bahaya sampah
plastik bagi lingkungan, dengan adanya kesadaran tersebut, perusahaan yang
tadinya menggunakan kantong plastik untuk konsumen harus mulai beralih ke
kantong ramah lingkungan untuk menghindari konflik dengan publik.
Kesadaran
publik dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kepentingan atau bias
dari media yang memberitakan isu tersebut, serta kemampuan masyarakat untuk
memahami dan memfilter informasi yang tersedia. Oleh karena itu, organisasi
atau individu yang ingin membangkitkan kesadaran publik terhadap suatu isu atau
masalah harus memperhatikan faktor-faktor tersebut dan memilih strategi yang
tepat untuk menyampaikan pesan yang akan disampaikan.
4. Pasar Global (Global
Marketplace)
Dengan kemajuan teknologi dan internet,
barang atau produk yang kita tawarkan tidak hanya bisa ditawarkan di pasar
domestik saja, namun kita juga dapat menawarkan produk di pasar yang lebih besar seperti pasar
internasional. Pasar
global juga mendorong lebih luasnya pasar untuk bisa menawarkan
produk, tidak hanya dengan negara-negara tertentu saja.
Untuk dapat bersaing di pasar global, organisasi harus
memahami kondisi dan dinamika pasar global, serta mengembangkan strategi yang
tepat untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi konsumen di pasar internasional.
Organisasi juga harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti biaya
transportasi, bea masuk, dan biaya produksi untuk dapat menentukan harga yang
tepat untuk produk atau jasa yang ditawarkan.
5. Community of Stakeholders (Masyarakat yang berkepentingan di dalam
Perusahaan) Pemangku kepentingan memiliki hak dan kewajiban terhadap
organisasi atau proyek yang bersangkutan. Pemangku
kepentingan ini bisa jadi konsumen, supplier, rekan kerja, karyawan,
anggota masyarakat sekitar lingkungan bisnis yang harus dijaga hubungannya agar
siklus bisnis dapat bertahan dalam jangka panjang.
Pengelolaan
pemangku kepentingan merupakan bagian penting dari manajemen organisasi atau
proyek. Organisasi atau proyek harus mengelola pemangku kepentingan dengan cara
yang transparan dan jujur, serta mempertimbangkan kepentingan pemangku
kepentingan dalam pengambilan keputusan. Pengelolaan pemangku kepentingan yang
efektif dapat membantu organisasi atau proyek menjaga hubungan yang baik dengan
pemangku kepentingan, serta meningkatkan reputasi dan kepercayaan publik.
Sifat Manajemen
Manajemen
adalah proses mengelola sumber daya (baik sumber daya manusia maupun sumber
daya lainnya) dengan tujuan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Manajemen merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pemimpin atau manajer dalam
mengelola organisasi atau kegiatan tertentu.
Sifat
dari manajemen yang sekarang ini sudah mulai jauh berbeda daripada awal saat
penemuannya. Manajemen pada masa sekarang harus bisa menangkap tantangan -
tantangan dan mampu mengatasi keberagaman serta peluang di masa yang akan
datang dengan tetap memperhatikan kemajuan telecommunications/teknologi
telekomunikasi, diversity/keberagaman, public consciousness/kesadaran publik,
global marketplace/pasar global, dan meningkatnya ekspektasi dari para pemangku
kepentingan atau stakeholders.
Perubahan
Mindset untuk Mengendalikan Turbulensi
Jika anda ingin menjadi
seorang manajer yang baik, anda harus merubah pola pikir agar bisa navigate
turbulance atau mengendalikan lingkungan yang serba bergejolak. Manajer diminta
untuk:
- Bekerja
efisien dengan menggunakan sumber daya seminimal mungkin, namun memberikan
hasil yang maksimal.
- Melibatkan
seluruh karyawan, dimana karyawan harus bisa dianggap sebagai mitra bukan
sebagai robot perusahaan.
- Melihat
perubahan sebagai sesuatu yang wajar, jangan sampai kita takut terhadap
perubahan.
- Membangun visi
dan nilai perusahaan yang mampu mendorong kerja sama diantara anggota
organisasi atau karyawan.
Membuat Sebuah Perubahan
Agar bisa membuat sebuah
perubahan, memerlukan keterpaduan antara mencoba dan kemampuan manajemen yang
sebenarnya. Pendekatan baru yang menekankan sisi kemanusiaan, meningkatkan
fleksibilitas, melibatkan karyawan yang bekerja dengan hati, pikiran, dan
fisik. Walaupun hasilnya tidak sesuai keinginan atau gagal, hal ini masih bisa
diperbaiki dengan mencoba kembali dan memerhatikan keterpaduan diatas. Sebuah
organisasi atau perusahaan yang sukses tidak akan terjadi begitu saja, mereka
di susun berdasar dengan keterpaduan dan pengalaman.
Definisi dari Manajemen
Manajemen memiliki prinsip yang harus diperhatikan dalam melakukan kegiatan manajemen, seperti prinsip efektivitas (berkaitan dengan tercapai atau tidaknya tujuan yang ada, perbandingan sumber daya dengan tujuan), prinsip efisiensi (menghasilkan output maksimal dengan input yang minimal).
Proses Manajemen
Agar suatu organisasi bisa
dikelola dengan efektif dan efisien maka harus menggunakan fungsi-fungsi
manajemen berupa :
- Perencanaan (Planning) : Mendefiniskan atau merencanakan tujuan untuk kinerja organisasi di masa depannya.
- Pengorganisasian (Organizing) : Mengikuti planning yang sudah direncanakan.
- Pengarahan atau kepemimpinan (Leading) : Menggunakan pengaruh untuk memotivasi karyawan.
- Pengawasan (Controlling) : Memonitor aktifikas karyawan, menilai apakah organisasi sudah di dalam target terhadap tujuannya, dan manajer bertugas untuk mengoreksi karyawannya jika diperlukan
Kinerja
Organisasi
- Organisasi (Organization) :
Suatu entitas sosial yang terdiri lebih dari satu orang dengan
tujuan yang terstruktur dengan baik maka bisa disebut dengan organisasi.
- Efektifitas (Effectiveness) :
Sejauh mana suatu organisasi bisa mencapai tujuan yang sudah direncanakannya.
- Efisiensi (Efficiency) :
Kemampuan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya dengan menggunakan
sumberdaya yang dimilikinya seefisien mungkin.
- Kinerja (Performance) :
Agar kinerja organisasi bisa berjalan dengan baik, maka
manajer harus bisa menjalankan keempat fungsi manajemen dengan baik.
Keterampilan Manajemen
Tugas seorang manajer akan sesuai dengan levelnya, seorang top
manager akan membutuhkan lebih banyak keterampilan konseptual
yanag berhubungan dengan bagaimana berpikir secara strategis agar perusahaan
dapat bertahan di masa yang akan datang. Middle manager akan membutuhkan lebih banyak keterampilan manusiawi
dikarenakan mereka berperan sebagai penghubung. Dan yang terakhir First-line
manager akan membutuhkan lebih banyak keterampilan teknis
dimana mereka dituntut untuk memiliki pemahaman dan kemahiran dalam melakukan
pekerjaan tertentu.
- Conceptual Skill: Merupakan keahlian dalam mengambil keputusan berdasarkan analisis data yang dimiliki baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.
- Human Skill: Merupakan keahlian dalam berkomunikasi antar bagian dan antar tingkatan manajemen dalam menyampaikan tujuan yang hendak diraih.
- Technical Skill: Merupkan keahlian dalam memahami cara kerja secara teknis yang dikerjakan oleh bawahan.
Tipe Manajemen :
Vertikal
Tipe Manajemen :
Horizontal
1. Manajer Fungsional (Functional Manager)
Bertanggung jawab terhadap satu
departemen yang melakukan satu fungsi tunggal dan mempunyai karyawan dengan
pelatihan dan skill yang mirip. Contohnya yaitu: Advertising Manager, Sales
Manager, Finance Manager, Human Resources Manager, Manufacturing Manager, dan
Accounting Manager.
2. Manajer Umum (General Manager)
Bertanggung jawab terhadap
beberapa departemen yang melakukan fungsi yang berbeda. Contohnya yaitu: Self
Contained Division dan Project Manager.
Bagaimana
Rasanya Menjadi Seorang Manajer ?
Manajer itu bekerja secara
multitasking, memiliki beragam aktifitas, serta memiliki 10 peran yang harus
dijalani, diantaranya: Informational (Monitor, Disseminator, Spokesperson),
Interpersonal (Figurehead, Leader, Liaison), dan Decisional (Entrepreneur, Disturbance
Handler, Resource Allocator, Negotiator).
Manajemen Bisnis Kecil dan Organisasi Non Profit
Ada beberapa perbedaan antara menjadi manajer
di organisasi profit dan organisasi non profit. Diantaranya yaitu ada pada
perbedaan peran, perbedaan sumber dananya, dan konvensionalitasnya.
Manajemen
dan Tempat Kerja Baru
Karakteristik bekerja dikondisi
baru:
- Sumber: bits-information
- Sistem Kerja: fleksibel dan virtual
- Pekerja: karyawan yang
diberdayakan perusahaan dan free agent
Pendorong Organisasi:
- Teknologi: digital dan bisnis online
- Pasar: Global, termasuk internet
- Tenaga kerja: beragam
- Nilai: berubah dengan cepat
- Peristiwa: turbulent (bergejolak)
dan krisis yang sering terjadi
Kompetensi Manajemen:
- Kepemimpinan: tersebar dan
memberdayakan
- Fokus: hubungan kepada konsumen dan karyawan
- Melakukan pekerjaan: dilakukan secara tim
- Hubungan: kolaborasi
- Rancangan: eksperimen dan pembelajaran organisasi
Kompetensi Manajemen
Terbaru:
- Kepemimpinan yang menyebar
- Memberdayakan orang lain
- Hubungan kolaboratif
- Keterampilan membangun tim
- Organisasi yang tumbuh dengan belajar
Manajemen
di Masa Turbulensi
- Tetap tenang
- Berpikir jauh ke depan
- Utamakan orang dibanding bisnis
- Ceritakan kebenaran yang ada
- Mengetahui kapan harus kembali ke bisnis
Sumber :
Management 13th Edition by Stephen P Robbins, Mary Coulter
Dedi Purwana Channel - https://youtu.be/3TGZ2u--vVM




