Halo peeps, sebelum kita membahas manajemen lebih jauh lagi, kali ini kita akan membahas mengenai sejarah tentang perkembangan ilmu manajemen. So, stay tuned di blog ini ya!
Ilmu
manajemen merupakan bidang studi yang mempelajari cara-cara mengelola sebuah
organisasi dengan efektif dan efisien. Sejak zaman sebelum masehi, masyarakat
sudah melaksanakan ilmu manajemen itu sendiri, tetapi praktik manajemen pada
zaman dahulu tidak berdasarkan kajian-kajian ilmiah. Pada masa kini, para ahli
telah banyak melakukan berbagai kajian untuk bisa menyempurnakan praktik
manajemen agar dapat dijalankan dengan se-efektif dan efisien mungkin. Seiring
dengan perkembangan zaman, para ahli menganggap manajemen itu merupakan suatu
kegiatan yang bisa dikaji secara ilmiah. Oleh karena itu, sekarang sudah banyak
penelitian terkait tentang apa, mengapa, bagaimana manajemen bisa diaplikasikan
di dalam kehidupan sehari-hari aktivitas kegiatan organisasi.
Pendekatan Baru untuk Manajemen
Manajemen selalu berkembang atau selalu dinamis. Kunci dari keberhasilan itu adalah bagaimana seseorang ingin belajar bagaimana:
- Cara menjadi pemimpin yang baik
- Belajar memulai perubahan ke arah yang lebih baik
- Berpartisipasi dan menciptakan organisasi dengan sedikit manajer dan sedikit hierarki yang dapat berubah dengan cepat.
Manajemen dan Organisasi
- Filosofi manajemen dan bentuk organisasi berubah seiring berjalannya waktu untuk memenuhi kebutuhan baru;
- Beberapa ide dan praktik manajemen dari masa lalu masih relevan dan dapat diterapkan pada praktik manajemen saat ini, seperti empat fungsi manajemen yang tidak akan berubah.
Perspektif Sejarah
- Menyediakan konteks atau lingkungan;
- Mengembangkan pemahaman mengenai pengaruh pada kehidupan sosial;
- Mencapai cara berpikir yang strategis;
- Mengembangkan kemampuan konseptual.
Tekanan yang
Mempengaruhi Organisasi dan Manajemen
1. Tekanan Sosial
(Social Force): nilai,
kebutuhan, dan standar atau perilaku.
2. Tekanan Politik (Political Force) : pengaruh dari lembaga politik dan hukum terhadap masyarakat
dan organisasi.
3.
Tekanan Ekonomi (Economic Force) : Tekanan yang memengaruhi ketersediaan,
produksi, dan distribusi sumber daya diantara banyaknya pesaing.
Perspektif
Manajemen dari Waktu ke Waktu
Perkembangan
ilmu manajemen dari waktu ke waktu dapat dilihat dari perubahan-perubahan yang
terjadi dalam pendekatan dan teori-teori yang digunakan dalam manajemen.
Berikut adalah beberapa perspektif manajemen yang telah berkembang dari waktu
ke waktu:
1.
Perspektif Klasikal
(1890-1940)
Perspektif klasik manajemen adalah salah satu perspektif
yang berkembang dalam ilmu manajemen pada periode pra-ilmiah hingga periode
ilmiah (sebelum tahun 1930). Perspektif ini menekankan pada pengoptimalkan
produktivitas dengan mengkaji proses-proses kerja dan mencari cara-cara untuk
meningkatkannya.
Tokoh-tokoh terkenal yang dikenal dengan pendekatan
klasik manajemen adalah Frederick Winslow Taylor, Henry Ford, dan Max Weber.
Pendekatan klasik manajemen merupakan dasar bagi perkembangan ilmu manajemen
yang sekarang, namun pendekatan ini juga mengalami kritik karena dianggap
terlalu menekankan pada efisiensi dan mengabaikan aspek-aspek sosial dan
psikologis dari karyawan.
a)
Manajemen Ilmiah
(Frederick W. Taylor 1856-1915)
Pendekatan
umum:
- Dikembangkannya metode standar untuk melakukan setiap pekerjaan.
- Pekerja terpilih dengan kemampuan yang sesuai untuk setiap pekerjaan.
- Pekerja terlatih dengan metode standar.
- Pekerja didukung dengan perencanaan pekerjaan dan mengeliminasi gangguan.
- menyediakan insentif upah bagi pegawai untuk menaikkan jumlah output.
Kontribusi:
- Menunjukkan pentingnya kompensasi sebagai ganti pekerjaan.
- Memprakarsai studi tugas dan pekerjaan.
- Menunjukkan pentingnya personel dan pelatihannya
Kritik:
- Tidak menghargai konteks sosial dari pekerjaan dan kebutuhan karyawan yang lebih tinggi.
- Tidak menyadari perbedaan yang ada diantara pegawai.
- Cenderung tidak menghargai pendapat dan ide pegawai.
b) Organisasi Birokrasi
(Max Weber 1864-1920)
Sebelum adanya organisasi birokrasi para karyawan eropa
setia pada seorang atasan daripada organisasi dan misi organisasi tersebut,
serta sumber daya digunakan untuk memenuhi keinginan pribadi daripada tujuan
organisasi. Ciri organisasi birokrasi:
- Pandangan sistematik yang melihat organisasi sebagai sebuah kesatuan;
- Personel dipilih dan dipromosi sesuai dengan kualifikasi teknik;
- Pembagian kerja dengan wewenang dan tanggung jawab yang jelas;
- Posisi disusun dengan hierarki berdasarkan wewenang;
- Manajer subjektif terhadap aturan dan prosedur yang akan
meyakinkan perilaku yang dapat diandalkan;
- Manajemen dipisahkan dari kepemilikan organisasi;
- Kegiatan administratif dan keputusan dicatat dalam bentuk tulisan.
c) Prinsip Administrasi (Henry Fayol, Mary Parker, dan Chester I.
Bernard)
Fokus:
- Organisasi lebih penting daripada individu;
- Memisahkan fungsi manajemen menjadi planning, organizing, commanding, coordinating, dan controlling.
14 Prinsip
Umum Manajemen menurut Henri Fayol (1841-1925)
Mary Parker
Follet (1868-1933)
- Kepentingan tujuan atasan untuk mengurangi konflik organisasi; populer dengan pengusaha pada masanya, dipandang oleh sarjana manajemen, kontras dengan scientific management, kembali dapat diterapkan untuk mengatasi perubahan yang cepat dalam lingkungan global.
- Kepemimpinan - kepentingan masyarakat vs. teknik engineering; etika - kekuatan - kekuasaan.
Chester
Barnard (1886-1961)
- Organisasi informal; klik, dengan sendirinya membentuk kelompok - kelompok sosial.
- Penerimaan teori wewenang; kehendak bebas dan bisa memilih untuk mengikuti perintah manajemen.
2.
Perspektif Humanis (1930-1990)
Menekankan pemahaman pada perilaku manusia, kebutuhan,
dan etika di tempat kerja.
1. Human
Relation Movement
Menekankan pada kepuasan dasar karyawan sebagai kunci untuk meningkatkan
produktifitas karyawan.
2. Human
Resources Perspective
Perspektif
manajemen yang menyatakan bahwa pekerjaan seharusnya dirancang untuk
memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi dengan membolehkan para pekerja
untuk menggunakan potensinya secara penuh. Berikut adalah pelopor yang
melandasi Human Resources Perspective, diantaranya:
1. Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow (1908-1970)
2.
Teori X dan Y (Douglas
McGregor 1906-1964)
Asumsi Teori X:
- Tidak menyukai pekerjaan akan membuat seseorang menghindar
- Harus koersif, terkendali, terarah, atau terancam oleh hukuman
- Lebih menyukai arahan, menghindari tanggung jawab, ambisi yang kecil, menginginkan keamanan.
Asumsi Teori Y:
- Menyukai pekerjaan
- Mempunyai inisiatif dan terkendali
- Mencari tanggung jawab
- Memiliki imajinasi dan kreatifitas
- Kemampuan intelektual hanya dimanfaatkan sebagian.
3.
Behavioral Sciences Approach
- Menerapkan ilmu sosial
dalam konteks organisasi
- Menarik dari ilmu ekonomi, psikologi, sosiologi, antropologi, dan disiplin ilmu lainnya
- Pahami perilaku dan interaksi karyawan dalam pengaturan organisasi
- Pengembangan Organisasi.
3.
Perspektif Manajemen
Ilmiah (1940-1990)
Management Science Perspective melihat manajemen sebagai
sebuah ilmu. Perspektif ini muncul setelah perang dunia 2, dimana dalam
praktiknya diterapkan matematika terapan, statistic, dan Teknik kuantitatif,
lainnya untuk masalah manajerial.
- Operation Research (Riset Operasi) : Pemodelan matematika
- Operation Management (Manajemen Operasi) : Mengkhususkan diri dalam produksi fisik barang atau jasa
- Information Technology (Informasi Teknologi) : tercermin dalam sistem informasi manajemen.
4. Teori Sistem (1950-2000)
Teori sistem berbicara
mengenai input, proses, output, yang menganggap bahwa output dapat dihasilkan
jika pada prosesnya disertai dengan proses manajemen yang baik. Dalam Input,
proses, dan output tidak terlepas dari aspek lingkungan.
5. Pandangan Kontingensi (1970-2000)
Pandangan Kontingensi yang
bermakna segala sesuatunya harus berdasar dengan keinginan stakeholders yang
beragam. Penyelesaian masalah organisasi yang baik bergantung pada identifikasi
manajer atas variasi kunci dalam situasi yang dihadapi.
- Organization
size : semakin besar perusahaan mengelola, maka akan semakin
kompleks.
- Routineness
of task technology : semakin maraknya teknologi.
- Environmental uncertainty : Ketidakpastian atau ketidakstabilan dari sisi lingkungan.
- Individual
difference : latar belakang yang berbeda-beda.
6. Manajemen Kualitas
Total (1980-2000)
Memproduksi
barang seminimal mungkin maka barang yang dihasilkan diharapkan sedikit
cacatnya atau tidak cacat sama sekali (Zero Defect Concept). Terdapat
prinsip-prinsip dalam TQM, diantaranya:
- Fokus kepada konsumen atau pelanggan.
- Kepedulian terhadap perbaikan berkelanjutan.
- Fokus kepada proses kerja yang dijalankan.
- Meningkatkan kualitas dari semuanya termasuk produk final, pengiriman barang, seberapa cepat organisasi merespon keluhan.
- Mengukur setiap elemen atau variable tentang seberapa aktif kegiatan operasional organisasi.
- Memberdayakan karyawan.
7. Organisasi Pembelajaran
(1990-2010)
Organisasi
yang mau belajar terhadap perubahan yang terjadi dari zaman ke zaman. Learning
Organization pertama kali dipopulerkan oleh Peter Senge dalam bukunya yang
berjudul The Fifth Discipline (1990). Menurut Senge, keberhasilan suatu
organisasi sangat ditentukan oleh kemampuannya dalam mengembangkan institusinya
menjadi organisasi pembelajaran. Senge menyarankan penggunaan 5 komponen
teknologi, yaitu berupa:
- Pemikiran Sistem
- Penguasaan Pribadi
- Model Mental
- Visi Bersama
- Pembelajaran Tim
David A. Garvin menjelaskan terdapat lima komponen yang
harus dimiliki oleh organisasi pembelajar, yaitu:
- Pemecahan masalah dengan sistematis.
- Eksperimen dengan pendekatan baru.
- Belajar dari pengalaman sendiri dan sejarah masa lalu.
- Belajar dari pengalaman dan praktik terbaik orang lain.
- Mentransfer pengetahuan dengan cepat dan efisien ke seluruh organisasi.
8.
Tempat Kerja Berbasis
Teknologi (2000-2010)
Artinya orang yang bekerja didorong dan memanfaatkan
teknologi. Pendekatan umumnya berupa:
- Business to Consumer (B2C) : Penjualan Produk dan Services Online.
- Business to Business (B2B) : Transaksi Antar Organisasi.
- Consumer to Consumer (C2C) : Pasar Elektronik Dibuat oleh Perantara Berbasis WEB.



.jpeg)

